Selasa, 14 Agustus 2012

Kisah nyata petualangan 10 hari bagian 1 (Allahu akbar)


Assalamu'alaikum...

Cerita ini saya ambil dari kisah saya sendiri,pada waktu itu saya berpetualang dengan kakakku.Subhanallah banyak keajaiban yang saya rasakan pada waktu itu,dan perlu sobat tau kisah saya ini pernah masuk dalam sebuah tabloid ternama di wonosobo,saya sengaja posting pengalaman ini selain untuk berbagi cerita juga untuk mengabadikan kisah ini.Jadi bagi anda yang ada waktu,silahkan dibaca sampai selesai,karena akan ada pesan agama didalamnya,serta beberapa hal yang unik.baiklah akan saya mulai ceritanya.

Bismillah....



Kisah ini berawal ketika Jefri (laki-laki umur 17 tahun) memutuskan untuk pergi dari rumah,Dengan niat yang sudah matang akhirnya Jefri pun pergi dengan mengajak adiknya yang masih polos (zaki, 14 tahun/saya).Jefri adalah seorang santri di sebuah pesantren yang cukup ternama di sebuah kota bernama wonosobo.Dia adalah orang yang cukup cerdas,namun karena ada sedikit masalah di pesantren akhirnya dia memutuskan pulang kerumah kemudian pergi dari rumah ( minggat) sambil mengajak adiknya.Jefri berasal dari kota Kendal jawa tengah,sebuah kota kecil yang sekarang mulai berkembang.Singkat cerita akhirnya kami pun berangkat pergi meninggalkan rumah tercinta tanpa tujuan.


Kamipun berangkat Naik Bus dengan Tujuan Semarang (terminal terboyo),sesampainya disana kami teringat kalau kami punya saudara disemarang,tadinya kami ingin kesana tapi sayang numer teleponnya sudah tidak bisa di hubungi,lagipula kami juga tidak tahu alamatnya.

Sesaat kemudian terdengar "Matahari.... matahari....",suara salah seorang kenek bus yang menawarkan tiket tujuan matahari (swalayan matahari kudus) ,karena merasa tertarik kami pun naik bus dengan tujuan tersebut.dalam hati sebenarnya saya merasa berat meninggalkan rumah,tapi kakak saya selalu berusaha menghibur saya sehingga perasaan cemas pun sedikit terobati.

Akhirnya kamipun sampai ditujuan,setelah puas mengelilingi matahari kamipun beristirahat disebuah musola.kami bermalam disana dua malam,tadinya kami ingin lebih lama lagi disana ,tapi karena kami ditegur sama penjaga musola kami pun mersa tak enak hati dan akhirnya pergi tanpa tujuan.

Ditengah jalan kami teringat bahwa di kudus ada salah satu makam walisongo yaitu sunan kudus,kamipun langsung meluncur kesana setelah sebelumnya kami bertanya pada orang mengenai letak makam itu.selangkah demi selangkah kami berjalan,kata orang tadi kira-kira jaraknya hanya beberapa kilometer saja.ohya sebagai tambahan informasi,dari rumah kami membawa bekal uang sebanyak 500rb,uang yang cukup banyak pada waktu itu (tahun 2004).Kami juga bermalam dua hari di sana,karena pada waktu itu kami teringat oleh makam sunan muria yang terletak di gunung muria,yang kira-kira jaraknya 40 s/d 50 KM.

Pagi-pagi kami berangkat dengan jalan kaki,melewati alun-alun, pasar dan lain sebagainya.
Kamipun merasa lapar,akhirnya berhenti disebuah warung,kami panggil pemiliknya tapi tak kunjung datang.
akhirnya kami langsung makan saja,setelah selesai makan kami panggil lagi si pemilik warung,kami tunggu sampai setengah jam tapi tak kunjung datang juga.Akhirnya kami pergi begitu saja tanpa membayar sepeserpun,dalam hati saya berpikir "mungkin ini adalah sedekah dari si pemilik warung".


Kami pun melanjutkan perjalanan,tanpa lupa setiap jarak satu KM pasti ada gapura/tugu kecil dipinggir jalan,kami pun menorehkan tanda tangan disana,dan setiap satu KM juga itu berarti kami harus bergantian membawa ransel. :D

Jalanan mulai naik turun,itu membuat kami cepat lelah.kami pun beristirahat di sebuah musola Disana kami mandi dan sholat,setelah itu saya membaca buku yang saya ambil di rak buku,karena saya suka dengan bukunya akhirnya saya pun mengambilnya.

Keajaiban-keajaiban itu berawal ketika saya sudah sampai di Makam sunan muria,tapi sebelum saya meceritakan bab itu, saya akan lanjutkan dulu cerita perjalanan saya menuju kesana.

Saya masih di musola itu sambil membaca buku,secara berbarengan mata kami tertuju ke sudut musola yang terdapat kotak amal disana,ternyata pikiran kami sama,tanpa pikir panjang kamipun langsung mendongkel kotak amal tersebut,tapi kami kecewa karena isinya cuma seribu rupiah. :D

Akhirnya uang itu tidak jadi kami ambil,disebelah kotak amal ada pintu kecil yang menuju ke sebuah ruangan.karena penasaran akhirnya kami buka dengan paksa pintu itu,kami kaget setengah mati karena ternyata ruangan itu adalah tempat penyimpanan keranda dan peralatan jenazah. :D

Tanpa pikir panjang kami pun berlari seperti orang dikejar hantu,dengan nafas yang terengah-rengah kami berhenti dan duduk di pinggir jalan.Kemudian kami berjalan kembali,matahari mulai terbenam.

Kami berjalan mendaki,suasana pada saat itu sangat gelap dan seram.dikanan jalan adalah hutan,disamping kiri adalah jurang,terlebih hanya ada dua orang disana yaitu aku dan kakakku.

tak ada satupun rumah disana,suasana begitu mencekeram.
Tapi apa boleh buat,kami sudah terlanjur basah,mau tidak mau harus tetap melanjutkan perjalanan.

Setelah beberapa saat kami melihat cahaya lampu,pertanda kami akan segera sampai di perkampungan/perumahan,senyum kecilpun mulai terurai dari bibir kami.dipinggir jalan ada beberapa orang yang lagi nongkrong,kami bertanya mengenai jarak ke makam sunan muria,Alhamdulillah jaraknya hanya tinggal beberapa KM saja,kemudian kami lanjut bercakap-cakap dengan mereka.Karena merasa kasihan dengan kami,ada satu orang baik hati disana yang memberi sebotol aqua pada kami (semoga Allah membalas kebaikannya).

Perjalanan kami lanjutkan kembali,suara adzan isyak terdengar,kamipun mampir kesebuah masjid,sholat dan kemudian tiduran,sekitar jam 10 malam kami terbangun,kami kaget karena dipinggir kami ada beberapa orang yang ternyata adalah pengurus masjid.kami ditanya mengenai beberapa hal,darimana asal dan tujuan kami.kami pun menjawab tujuan kami adalah ke makam sunan muria dan setelah itu kami ingin mencari pekerjaan.

Alhamdulillah salah satu dari mereka ada yang merasa iba dengan kami,kami disuruh mampir kerumahnya.Setibanya dirumah kami langsung disuguhi makanan,betapa senangnya kami karena yang menyuguhi makanan adalah anak gadisnya yang cantik jelita. :D

Sekian dulu dari saya,jika sobat tertarik dengan kelanjutan kisah ini,tenang saja karena besok akan saya post bagian kedua.

Wassallam....

Ditulis Oleh : annash mobilepc // 23.48
Kategori:

4 komentar:

  1. Menarik nih cerita pengalamanya.. Di tunggu sambungan cerita berikutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ingsaAllah,makasi kunjungannya... :D

      Hapus
  2. wah terharu ane sob.

    BalasHapus

-Silahkan tinggalkan komentar agar admin dapat berkunjung balik

-Jika anda follow blog ini,maka blog anda akan segera saya follow

-Blog ini DOFOLLOW jadi silahkan gunakan fasilitas name/URL untuk mendapatkan backlink

-Blog ini tidak menggunakan Kode Verifikasi dan Moderasi

-Silahkan Berkomentar Sesuai isi artikel dengan bahasa yang sopan

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ ;-;; #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

 
annash mobilepc. Diberdayakan oleh Blogger.